Pada postingan terdahulu kita
sudah membahas mengenai software, hardware dan manajemen sumber daya data yang
ada pada Teknologi Garis Gawang. Pada kesempatan kali ini saatnya saya akan
mencoba membahas mengenai telekomunikasi dan jaringan yang terdapat pada
Teknologi Garis Gawang itu sendiri. Pembahasan kali ini lebih kepada proses
komunikasi data yang ada dan juga jaringannya.
Komunikasi data yang terjadi di
dalam Teknologi Garis Gawang ini yaitu komunikasi antara sensor yang ada pada
bola dengan medan magnet yang berada di sekeliling area gawang saat bola melewati
garis gawang. Kemudian dari komunikasi tersebut akan menimbulkan suatu sinyal
yang akan dikirimkan ke pusat kendali komputer yang akan segera mengolahnya dengan
cepat. Setelah pusat kendali komputer selesai mengolah sinyal tersebut maka hasilnya
akan segera dikirimkan ke jam tangan digital yang dikenakan oleh wasit/pengadil
lapangan, dimana pada jam tangan digital tersebut akan menampilkan tulisan “GOAL”.
Hal itu merupakan komunikasi data
yang terjadi untuk teknologi GoalRef maupun Cairos. Sedangkan untuk teknologi
Hawk Eye, komunikasi data yang terjadi menggunakan enam kamera di sekitar
gawang dan menciptakan laporan secara 3 dimensi. Apabila bola telah melewati
garis gawang, maka akan dilaporkan langsung ke wasit via jam tangan khusus atau
earpiece dengan terlebih dahulu diproses melalui pusat kendali komputer.
Adapun untuk jaringannya sendiri,
Teknologi Garis Gawang ini menggunakan
jaringan nirkabel. Mengapa dapat saya katakan menggunakan jaringan nirkabel,
sebab Teknologi Garis Gawang ini sendiri menggunakan sistem RFID (Radio
Frequency Identification) di dalam proses pengiriman datanya. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data
dari perangkat portable dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian
diproses oleh komputer. Pada goal-line technology, RFID terdiri dari microchip
yang dipasang di tengah bola dan antena yang terletak di sekeliling lapangan.
Selain dipasang di tengah bola, microchip juga dipasang pada kaki pemain.
Dengan itu kita dapat mengetahui letak bola dan pemain selama pertandingan berlangsung.
Pengiriman data dapat dilakukan dengan cepat karena menggunakan frekuensi yang
tinggi, yaitu 2.4 GHz ISM band. Sistem ini dapat mengukur 100.000 pengukuran
tiap detiknya.
Akurasi berkisar antara satu sampai dua cm,
walaupun objek bergerak dengan kecepatan 140 km per jam. Terdapat 6 hingga 10
antena di sekeliling lapangan untuk menentukan posisi secara 3 dimensi. Di
sekitar garis gawang dan area penalti terdapat kabel tipis yang dialiri oleh
arus listrik, yang kemudian menghasilkan medan magnetik. Ketika bola melewati
garis batas gawang, microchip pada bola akan mendapat sinyal dan mengirim pesan
ke antena receiver. Terdapat sepasang receiver terletak di belakang gawang,
yang berfungsi untuk melanjutkan pesan ke komputer pusat. Pesan yang dikirim
oleh microchip juga mengalami enkripsi. Hal ini untuk mencegah pihak luar
melakukan modifikasi pada pesan/data yang dikirim. Setelah itu giliran komputer
pusat yang mengirimkan pesan ke penangkap sinyal yang berada pada jam tangan
wasit. Tentu saja dilengkapi dengan tampilan data mengenai catatan waktu ketika
gol itu dicetak. Dengan demikian hasil gol akan tercatat dengan akurat dan
tidak lagi menimbulkan kontroversi seperti yang selama ini terjadi. Goal-line
technology sendiri sampai sekarang masih terus dikembangkan dan baru diuji pada
beberapa pertandingan sepakbola. Diharapkan teknologi ini dapat membantu
pertandingan agar dapat berjalan dengan lancar dan adil.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar