Jumat, 24 Mei 2013

Telekomunikasi dan Jaringan Pada Teknologi Garis Gawang


Premier League Gunakan Hawk-Eye Sebagai Teknologi Garis Gawang
Pada postingan terdahulu kita sudah membahas mengenai software, hardware dan manajemen sumber daya data yang ada pada Teknologi Garis Gawang. Pada kesempatan kali ini saatnya saya akan mencoba membahas mengenai telekomunikasi dan jaringan yang terdapat pada Teknologi Garis Gawang itu sendiri. Pembahasan kali ini lebih kepada proses komunikasi data yang ada dan juga jaringannya.


Komunikasi data yang terjadi di dalam Teknologi Garis Gawang ini yaitu komunikasi antara sensor yang ada pada bola dengan medan magnet yang berada di sekeliling area gawang saat bola melewati garis gawang. Kemudian dari komunikasi tersebut akan menimbulkan suatu sinyal yang akan dikirimkan ke pusat kendali komputer yang akan segera mengolahnya dengan cepat. Setelah pusat kendali komputer  selesai mengolah sinyal tersebut maka hasilnya akan segera dikirimkan ke jam tangan digital yang dikenakan oleh wasit/pengadil lapangan, dimana pada jam tangan digital tersebut akan menampilkan tulisan “GOAL”.

Hal itu merupakan komunikasi data yang terjadi untuk teknologi GoalRef maupun Cairos. Sedangkan untuk teknologi Hawk Eye, komunikasi data yang terjadi menggunakan enam kamera di sekitar gawang dan menciptakan laporan secara 3 dimensi. Apabila bola telah melewati garis gawang, maka akan dilaporkan langsung ke wasit via jam tangan khusus atau earpiece dengan terlebih dahulu diproses melalui pusat kendali komputer.

Adapun untuk jaringannya sendiri, Teknologi  Garis Gawang ini menggunakan jaringan nirkabel. Mengapa dapat saya katakan menggunakan jaringan nirkabel, sebab Teknologi Garis Gawang ini sendiri menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification) di dalam proses pengiriman datanya. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari perangkat portable dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh komputer. Pada goal-line technology, RFID terdiri dari microchip yang dipasang di tengah bola dan antena yang terletak di sekeliling lapangan. Selain dipasang di tengah bola, microchip juga dipasang pada kaki pemain. Dengan itu kita dapat mengetahui letak bola dan pemain selama pertandingan berlangsung. Pengiriman data dapat dilakukan dengan cepat karena menggunakan frekuensi yang tinggi, yaitu 2.4 GHz ISM band. Sistem ini dapat mengukur 100.000 pengukuran tiap detiknya.

Akurasi berkisar antara satu sampai dua cm, walaupun objek bergerak dengan kecepatan 140 km per jam. Terdapat 6 hingga 10 antena di sekeliling lapangan untuk menentukan posisi secara 3 dimensi. Di sekitar garis gawang dan area penalti terdapat kabel tipis yang dialiri oleh arus listrik, yang kemudian menghasilkan medan magnetik. Ketika bola melewati garis batas gawang, microchip pada bola akan mendapat sinyal dan mengirim pesan ke antena receiver. Terdapat sepasang receiver terletak di belakang gawang, yang berfungsi untuk melanjutkan pesan ke komputer pusat. Pesan yang dikirim oleh microchip juga mengalami enkripsi. Hal ini untuk mencegah pihak luar melakukan modifikasi pada pesan/data yang dikirim. Setelah itu giliran komputer pusat yang mengirimkan pesan ke penangkap sinyal yang berada pada jam tangan wasit. Tentu saja dilengkapi dengan tampilan data mengenai catatan waktu ketika gol itu dicetak. Dengan demikian hasil gol akan tercatat dengan akurat dan tidak lagi menimbulkan kontroversi seperti yang selama ini terjadi. Goal-line technology sendiri sampai sekarang masih terus dikembangkan dan baru diuji pada beberapa pertandingan sepakbola. Diharapkan teknologi ini dapat membantu pertandingan agar dapat berjalan dengan lancar dan adil.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar