Mungkin tidak banyak yang bisa saya ulas mengenai manajemen sumber daya data yang ada pada Teknologi Garis Gawang. Sebab data yang ada pada Teknologi Garis Gawang ini sendiri lebih kepada data yang berupa sinyal. Dimana data yang berupa sinyal tersebut didapat dari komunikasi yang terjadi saat bola melewati garis gawang dengan medan magnetik yang terdapat pada area gawang ataupun komunikasi yang terjadi saat bola melewati garis gawang dan tertangkap oleh kamera.
Di dalam pemrosesan datanya, pada
teknologi ini menggunakan sistem RFID (Radio Frequency Identification). Ketika
bola melewati garis gawang secara penuh, secara otomatis RFID tag yang dipasang di dalam bola
mendeteksi sinyal aktivasi yang dipancarkan dari RFID reader. Hal ini diakibatkan oleh
medan magnetik yang berasal dari kawat berarus listrik yang ditanam di
sekeliling gawang. Setelah RFID tag mendeteksi
sinyal tersebut. RFID reader akan
mengeksekusi data yang terdapat pada RFID tag. Data
tersebut akan dikirimkan ke sebuah sistem informasi. Sistem informasi tersebut
akan mengolah data yang dikirimkan oleh RFID reader. Hasil
pengolahan data dikirimkan langsung kepada wasit melalui jam tangan yang
digunakannya. Informasi yang dikirimkan ke jam tangan wasit berupa
tulisan dan getaran. jika terjadi gol, jam tangan wasit akan bertuliskan ‘goal’
dan getaran. Jika tidak, jam tangan wasit tidak memberikan respon apapun.
RFID reader
baru bisa aktif ketika seluruh bagian bola telah melewati garis gawang. Hal ini
didasarkan pada peraturan FIFA yang menyatakan bahwa sebuah gol dinyatakan sah
apabila seluruh bagian bola telah melewati garis gawang. Apabila bola belum
seluruhnya melewati garis gawang, maka RFID reader tidak akan
mengirimkan data ke sistem informasi.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar